Sama seperti Eka Tjipta, Sukanto tidak pernah mengenyam pendidikan sarjana. Ia hanya bersekolah hingga usia 17 tahun. Dilahirkan dari keluarga pedagang sederhana, ia bersama enam saudaranya tidak pernah dibesarkan dalam kemewahan. Setiap pulang sekolah ia memiliki kewajiban membantu ayahnya berdagang bensin, minyak dan peralatan mobil.
Sembari
membantu ayahnya ia sering membaca buku-buku tentang Perang Dunia dan Revolusi
Industri. Dari buku-buku itulah semangat berjuang dan berdagangnya muncul. Pada
awalnya Tanoto hanya pemasok barang dari Pertamina. Setelah bisnis pasokan
barang dengan Pertamina cukup memberinya keuntungan, ia mulai melirik usaha
bidang kayu lapis. Ia pun kemudian memutuskan untuk mengembangkan sayap ke
bisnis kelapa sawit yang saat itu masih dikuasai pihak asing.
Sukses
dengan bisnis sawit Tanoto mengembangkan usahanya lagi ke bisnis pulp.
Bisnis pulp, rayon, dan kertas inilah yang kemudian diberi nama PT Insti
Indorayon Utama (IIU). Sayangnya, bisnis pulp-nya ini dituding sebagai penyebab
utama rusaknya ekosistem dan lingkungan di Danau Toba dan sekitarnya. Danau
Toba yang tadinya berair bersih dan jernih kini terbukti tercemar oleh limbah
industry pulp. Dengan berat dan terpaksa Sukanto pun menutup bisnis pulp-nya ini.
Sukanto tak berhenti begitu
saja. Ia pun kemudian mendirikan bisnis pulp di tempat lain. Riau yang menjadi
pilihannya. Pabrik pulp di Riau ini bernama PT Riau Pulp. Di Riau, ia memanfaatkan
Hutan Tanaman Indiustri yang berpotensi menghasilkan pulp banyak. Kini industry
ini bisa menjadi insutri pulp terbesar di dunia. Belajar dari pengalaman
sebelumnya di Medan, Sukanto Tanoto kemudian mendirikan sebuah organisasi
khusus untuk warga lokal Riau yang dinamakan Community Development khusus untuk
warga agar tahu bagaimana caranya untuk melakukan pembinaan di bidang bisnis
kecil-kecilan untuk UKM, cara menanam tanaman holtikultura dan pertanian. Wujud
peduli Sukanto terhadap warga setempat juga terlihat saat ia membantu warga
setempat membangun jalan. Proyek pembangunan jalan ini tentu didanai oleh
Sukanto agar mobilitas warga lancar.

0 komentar